Sabtu, 15 Desember 2012



HEMATOLOGI
Definisi
Hematologi berasal dari kata “Hema atau Hematos atau Heme atau Hemos” yang berarti darah, “Logos” yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah dan komponen sel-sel darah dan komponen plasma yang terkandung didalamnya serta jaringan yang membentuknya. Hematologi yang akan dipelajari meliputi : Hematologi dasar, Hematologi II (anemia dan hemostasis), Hematologi III (leukemia dan sel-sel muda) dan Hematologi Transfusi Darah. Umumnya Hematologi transfusi darah telah dipisahkan menjadi sebuah ilmu tersendiri yaitu Ilmu Transfusi Darah. Sejak dahulu para ilmuan sudah mempelajari tentang darah, baik memeriksa langsung darah dengan mikroskop, maupun menambahkan suatu larutan pereaksi tertentu kemudian akan terjadi hasil reaksi atau memisahkan sel-sel darah. Perkembangan ilmu hematologi sejak dahulu berkembang pesat, mulai dari teknik manual, konvensional, hematologi sitokimia, penghitungan sel menggunakan alat canggih, hingga teknik molekuler sel-sel darah. Hingga saat ini hematologi merupakan bagian ilmu laboratorium klinik yang paling berperan dalam mengetahui penyakit-penyakit akibat kelainan darah dan merupakan pemeriksaan penyaring utama pada setiap pasien yang akan menjalani general check up.

Fungsi Pemeriksaan Hematologi
Hematologi dalam laboratorium klinik di rumah sakit mempunyai fungsi dan peranan sebagai berikut :
1.    Sebagai penyaring (screening test) suatu penyakit.
2.    Sebagai penunjang diagnosis suatu penyakit.
3.    Sebagai pelengkap diagnosis suatu penyakit.
4.    Sebagai penegak diagnosis suatu penyakit.
5.    Sebagai differensial diagnosis suatu penyakit.
6.    Sebagai follow up suatu penyakit.
7.    Sebagai prognosis suatu penyakit.
Pemeriksaan hematologi merupakan pintu gerbang pertama seorang klinisi dalam mendiagnosis suatu penyakit pada seseorang, yang akan dilanjutkan dengan parameter laboratorium lainnya. Kadang suatu diagnosis baru dapat ditegakkan apabila telah dilakukan pemeriksaan hematologi, namun juga pemeriksaan hematologi akan berfungsi sebagai diagnosis banding apabila terdapat keyakinan klinisi bahwa terdapat kesamaan penyakit yang perlu bantuan pemeriksaan hematologi untuk membedakannya. Hal lain yang terakhir, bahwa pemeriksaan hematologi dapat digunakan untuk mengetahui evaluasi hasil pengobatan dan perjalanan penyakit yang diderita oleh seseorang.

Parameter Hematologi
Secara umum panel parameter pemeriksan hematologi dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut :
1.    Darah Rutin.
Pemeriksaan meliputi : hemoglobin, hitung eritrosit, hitung leukosit, LED, hitung jenis leukosit dan beberapa literatur menambahkan hitung trombosit dan hematokrit.
2.    Parameter Anemia.
Pemeriksaan meliputi : hemoglobin, hitung eritrosit, hematokrit (PCV), MCV, MCH, MCHC, hitung retikulosit, kadar besi, TIBC, Osmotik fraglity, gambaran darah tepi.
3.    Parameter Leukemia
Pemeriksaan meliputi : hemoglobin, hitung leukosit, hitung jenis leukosit, hitung eosinofil, pewarnaan peroksidase, pewarnaan PAS, pewarnaan Sudan Black dan gambaran darah tepi.
4.    Faal Hemostasis.
Pemeriksaan meliputi : hitung trombosit, rumple leede, bleeding time, clotting time, plasma protrombin time, serum protrombin time, aPTT/kPTT, clot retraction test, trombin time, titer fibrinogen, rekalsifikasi, D-dimer dan lainnya.
5.    Hematologi Khusus.
Pemeriksaan khusus dan tidak lazim dikerjakan dalam sehari-hari. Pemeriksaan meliputi : sel LE, Pulasan Hemosiderin, pemeriksaan sumsum tulang (oleh tenaga ahli), hitung CD4+ dan lainnya.

Teknik Pemeriksaan Hematologi
Pemeriksaan hematologi dalam perkembangannya dilakukan dengan 3 teknik pemeriksaan yaitu :
1.    Manual
Pemeriksaan hematologi menggunakan peralatan yang manual, sederhana, konvensional dan pembacaan secara visual atau menggunakan alat bantu sederhana. Contohnya : pemeriksaan hemoglobin cara sahli dan cara tallquist.
2.    Semiotomatis
Pemeriksaan hematologi menggunakan peralatan yang manual, peralatan agak canggih dan  teknik pembacaan sudah menggunakan peralatan pengukuran. Contohnya : pemeriksaan hemoglobin cara cyanmethemoglobin menggunakan fotometer.
3.    Otomatis
Pemeriksan hematologi yang telah menggunakan peralatan otomatis sehingga darah yang diperiksa langsung dianalisa suatu alat dan hasil telah dapat dibaca setelah beberapa menit. Contohnya : pemeriksaan menggunakan alat hematology analyzer.

Spesimen Pemeriksaan Hematologi
Spesimen yang digunakan dalam pemeriksaan hematologi umumnya adalah darah penuh (whole blood), namun juga digunakan hanya komponen sel-sel, plasma atau serum dan cairan sumsum tulang. Spesimen diperoleh dengan melakukan pengambilan darah (flebotomi) umumnya pada vena dan kapiler, serta punksi/aspirasi pada cairan sumsum tulang belakang. Darah yang diperoleh ditampung dan diawetkan menggunakan antikoagulan agar tidak membeku atau dibiarkan membeku untuk memperoleh serum. Analis kesehatan hanya diberikan tentang tata cara pemeriksaan spesimen dari darah vena dan kapiler.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar